Rabu, 02 Januari 2013

Wanita dan Menutup Aurat (urgensi)


Assalamualaikum wr. Wb.
                Apa kabar blogwalkers? Semoga selalu baik ya :D
sholawat serta salam tak lupa kita junjungkan kepada nabi besar kita, rasulullah saw beserta para sahabat dan para keluarganya yang semoga kita bisa mendapat syafaat beliau di yaumul akhir nanti (ini pidato apa blog (?), kekekeke biarlah absurd dikit) .

     Seperti yang sudah kalian lihat di judul yang telah terpampang di atas gede-gede itu, tentulah kalian tau apa yang mau kita bahas kali ini. Eits, jangan langsung close page ini, ini biar kalian yang sakit jadi cepet sembuh. Haha kok bisa?

iya, kalian kalo gamau baca ini kalian akan terus sakit dan ga sadar sesuatu yang penting bagi kita dan jilbab ini adalah obatnya. Masih bingung? Let’s cekidot to pembahasan~

      Saat ini banyak dari kita yang  menjadikan kegiatan menutup aurat itu prioritas kesekiannya dengan berbagai alasan. Yang biasa kita terdengar di telinga kita diantaranya:
1. Belum siap
2. Jilbabin hati dulu
3. Ntar ah/ kapan-kapan
4. Panas~
5. takut gabisa jaga sikap
6. ketika kata kerdus (kerudung dusta) dilabelkan pada kita
7. Dll yang tak disebutkan
        Lucu juga alasan mereka. Tapi apalah arti alasan untuk sesuatu yang wajib, klasik cuy, klasik banget~ (dengerin lagu klasik (?)).

          Allah –Rabb semesta alam-  sudah mewajibkan kita –sebagai muslimah-  untuk menutup aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki, kecuali muka dan telapak tangan. Butuh bukti dalilnya?

oke, tak jipuk Al-Quran-nya dulu. Nih, tara~:
            Dan katakanlah kepada wanita yang beriman agar mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S. An-Nur:31)

Kemudian ini juga, look at:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab: 59) 

Oh damn (sok inggris dikit), sayangnya banyak muslimah yang masih menganggap angin lalu kedua ayat ini. Biar makin greget, kita liat beberapa haditsnya mengenai kewajiban muslimah menutup aurat dari salah seorang teman saya, laki-laki pula yang menyajikan ini. Betapa perhatiannya dia terhadap seluruh muslimah di bumi Allah ini:
1.  "ALLAH TIDAK MENERIMA SHALAT PEREMPUAN YANG BERHAID (YANG SUDAH BALIGH) KECUALI DENGAN MEMAKAI KERUDUNG" (HR. AT-TIRMIDZI, ABU DAUD, IBN MAJAH, dan AHMAD). (Hadist Riwayat AISYAH)
2.       SESUNGGUHNYA RASULULLAH SHALAT SUBUH YANG DIIKUTI OLEH SEKELOMPOK WANITA MUSLIMAH YANG MEMAKAI PAKAIAN YANG MENYELIMUTI TUBUH. KEMUDIAN MEREKA PULANG KERUMAH MASING-MASING TANPA ADA YANG MENGENALI MEREKA (HR. AL-BUKHARI) (Hadist Riwayat AISYAH)
3.        DARI UMMI SALAMAH BAHWA IA BERTANYA KEPADA RASULULLAH SAW "YA RASULULLAH, BOLEHKAH SEORANG PEREMPUAN SHALAT MEMAKAI BAJU GAMIS DARI KERUDUNG TANPA MEMAKAI IZAR (PAKAIAN SEJENIS KAIN SARUNG)? RASULULLAH SAW MENJAWAB "APABILA MENUTUPI SELURUH BADAN DAN MENUTUPI KEDUA TELAPAK KAKINYA" (HR. ABU DAUD)
4.       PEREMPUAN ADALAH AURAT, APABILA IA KELUAR (DARI RUMAH) AKAN DISAMBUT OLEH SYAITAN (HR. AT-TIRMIDZI DARI IBNU MAS'UD)
5.       HAI ASMA'. SESUNGGUHNYA SEORANG PEREMPUAN BILA TELAH MENCAPAI USIA HAID (BALIGH) MAKA TIDAK PANTAS ANGGOTA BADANNYA KELIHATAN KECUALI INI DAN INI, DAN NABI MEMBERI ISYARAH KEPADA WAJAHNYA DAN KEDUA TELAPAK TANGANNYA (HR. ABU DAUD dari AISYAH)
6.       SAYA BERTANYA KEPADA RASULULLAH SAW TENTANG MELIHAT SECARA TIBA-TIBA (KEPADA LAWAN JENIS) BELIAU BERSABDA "PALINGKAN WAJAHMU" (HR. MUSLIM) (Hadist JARIR IBN ABDILLAH)
7.       AKU (UMU SALAMAH) BERADA DISISI RASULULLAH DAN DISISI BELIAU JUGA ADA MAIMUNAH. KEMUDIAN IBNU UMMI MAKTUM MENGHADAP. HAL INI TERJADI SETELAH KAMI DIPERINTAH UNTUK MEMAKAI HIJAB. KEMUDIAN RASULULLAH SAW BERSABDA,
"BERHIJABLAH KALIAN DARINYA" KAMI BERKATA "BUKANKAH DIA BUTA DAN TAK DAPAT MELIHAT KAMI DAN TIDAK MENGETAHUI KAMI?"
KEMUDIAN RASULULLAH SAW MENJAWAB,
"APAKAH KALIAN BUTA, BUKANKAH KALIAN DAPAT MELIHATNYA?" (HR. TIRMIDZI, ABU DAUD, AHMAD)
8.       DARI AISYAH RA. IA BERKATA "SEMOGA ALLAH MERAHMATI WANITA-WANITA MUHAJIRIN PERTAMA KETIKA ALLAH MENURUNKAN AYAT : WAL YADHRIBNA BIKHUMURIHINNA 'ALA JUYUBIHINNA, ‘HENDAKLAH MEREKA MENUTUP KUDUNGNYA KELEHERNYA. MEREKA MENYOBEK PAKAIAN MEREKA DAN MENGGUNAKANNYA UNTUK BERKERUDUNG.’" (HR. BUKHARI)
Oh men, eh sis, itu ketikan pake capslock bukan ane yang nulis loh, cungguh~. Temen ane yang nulis langsung seperti itu. you know what the mean if the words are capslock like that?

Penekanan sih – hasil menduga-duga ala kadarnya- (._. ) sebenarnya, masih banyak lagi hadits-hadits mengenai wajibnya seorang perempuan menutup auratnya, tapi menyusul aja deh. Doakan saja semoga nemu lagi (?)

Jadi, yang namanya wajib itu siap ga siap harus siap. Sama kayak kamu bernapas, mau gamau kamu harus napas di setiap waktunya~. Selain itu, kalau kamu terus merasa belum siap, lantas kapan siapnya? Nunggu nyawa kita dicabut dulu? Apa nunggu dapat azab dahulu? (Kayaknya terlalu ekstrem). Atau kalian nunggu pas sesuatu yang tak baik terjadi dulu? (baca: korban asusila) naudzubillah :o

Lalu lalu lalu (puter lagu captain tsubasa [?]), menjilbabkan hati?
Eh asli, kadang aye ampe pengen ngekek-ngekek denger alesan yang ini. Bagaimana bisa menjilbabkan hati  kalau secara fisik aja kamu ga berjilbab. Itu sama aja seperti kamu mau pinter tapi gapernah belajar –ngga pernah baca buku atau artikel pengetahuan tersebut-. Justru jilbab fisik hati dan hati itu saling berhubungan dan mempengaruhi. Kamu akan dipandu oleh jilbab fisik untuk menjaga hati kamu dari hal-hal yang buruk, jilbab itu akan selalu mengingatkan kamu dalam setiap tindakan.
   
      Kemudian yang bilang ntar atau kapan-kapan atau merasa itu adalah hak pribadinya, aku jadi mikir, punya hak apa dia di hadapan tuhannya hingga berani mengesampingkan apa yang menjadi kewajiban? Dia mau masuk surga, hidup bahagia, dll tapi kewajiban aja ga dijalanin? Oh men, percayalah bahwa apa yang dia dapat saat itu hanyalah kebahagiaan yang semu. -___- 

      Selanjutnya adalah “panas”. Emang sepanas apa sih kalau menutup aurat? Sepanas ketika kita dibakar oleh api dunia? Lebay itu -_- panas karena sinar matahari yang semakin terasa menyengat? Tenang, sesungguhnya panas di akhirat nanti akibat tak menjalankan kewajiban lebih panas dari panas yang ada di dunia ini. Kau tahu kenapa? Matahari tepat di atas kepala kita. Bisa bayangkan bagaimana panasnya? :)

    Takut gabisa jaga sikap, terus dibilang kerdus lah atau apa? Haha sama seperti di atas, jilbab itu seperti menjadi alarm dalam setiap tindakan kita. Alarm itu akan selalu aktif jika kita memang memiliki niat yang kuat untuk menjaga perangai kita. Intinya sih berpikir positif. islam tak mengajarkan kita untuk takut menegakkan yang haq yawn~, stay woles aje ;D kalau kemungkinan terburuknya itu terjadi, jangan takut, Allah tak pernah meninggalkan kita sedikit pun.

            Nah, kalau sudah menutup aurat, perhatikan juga pakaian yang kita kenakan.
Ketat atau tidak?
Menutup seluruh aurat kita atau tidak?
Transparan tidak?
Ber ”punuk unta” atau tidak?
Jilbabnya menutupi bagian dada tidak?
Rok atau kain atau gamis bagian bawah jangan sampai menyeret di lantai ya
              Yap, inilah parameternya. Simpel kok, jadi santai aja.

    Merasa kalau penjelasan kurang meyakinkan? masih ragu? Saran ane, mending cek mengenai tafsiran kedua ayat quran di sini. kemudian rekomendasi selanjutnya coba pantengin akun twitter ini. Maap ye sebelumnya, ane gapernah punya maksud promosi nih. Tapi cobalah memandang dari segi manfaat dan ilmunya :D

    Jadi, tunggu kapan lagi? Ayo mulai menutup aurat, gapapa step by step tapi jangan kelamaan stucknya. Dan yang sudah menutup auratnya, coba dievaluasi lagi, menutup aurat tak hanya sekedar menutup, tapi hingga tidak menunjukkan lekuk tubuh. :’)

    Sekian info pentingnya menutup aurat. Mohon maaf apabila ada kesalahan, itu datang dari ane pribadi dan kalau benar itu datangnya dari Allah swt. Wassalam.
Sincerely, Difi

0 komentar: